Senin, 16 April 2012

10 cara belajar yang baik


 1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.


2. Membaca adalah kunci belajar Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan kata-kata kunci Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama- nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu belajar yang tepat Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama loh. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun suasana belajar yang nyaman Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk Kelompok Belajar Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
8. Latih sendiri kemampuan kita Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan waktu untuk istirahat Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru. Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur – tak perlu detail – berarti kita sudah paham.

Jumat, 06 April 2012

Penyebab Insomnia


Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan.
Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.
Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah.
Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.
Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.
Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi.
Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.
Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:
  • Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  • Bekerja pada malam hari.
  • Sering berubah-ubah jam kerja.
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  • Efek samping obat (kadang-kadang).
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Rabu, 04 April 2012

Paskah

Paskah

Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα atau Páscha) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai "anak domba Paskah"; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus.
Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya "hari kelima puluh" - hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.
Paskah merupakan salah satu hari raya yang berubah-ubah tanggalnya (dalam kekristenan disebut dengan perayaan yang berpindah) karena disesuaikan dengan hari tertentu (dalam hal ini hari Minggu), bukan tanggal tertentu di dalam kalender sipil. Hari raya-hari raya Kristen lainnya tanggalnya disesuaikan dengan hari Paskah tersebut dengan menggunakan sebuah formula kompleks. Paskah biasanya dirayakan antara akhir bulan Maret hingga akhir bulan April (ritus Barat) atau awal bulan April hingga awal bulan Mei (ritus Timur) setiap tahunnya, tergantung kepada siklus bulan. Setelah ratusan tahun gereja-gereja tidak mencapai suatu kesepakatan, saat ini semua gereja telah menerima perhitungan Gereja Aleksandria (sekarang disebut Gereja Koptik) yang menentukan bahwa hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu bulan purnama pertama yang hari keempat belasnya ("bulan purnama" gerejawi) jatuh pada atau setelah 21 Maret (titik Musim Semi Matahari/vernal equinox gerejawi)
Minggu Paskah bukan perayaan yang sama (namun masih berhubungan) dengan Paskah Yahudi (bahasa Ibrani: פסח atau Pesakh) dalam hal simbolisme dan juga penanggalannya. Bahasa Indonesia tidak memiliki istilah yang berbeda untuk Paskah Pesakh (Yahudi) dan Paskah Paskha (Kristen) sebagaimana beberapa bahasa Eropa yang mempunyai dua istilah yang berbeda, oleh sebab itu kata Paskah dapat memiliki dua arti yang berbeda di dalam bahasa Indonesia.
Banyak elemen budaya, termasuk kelinci Paskah dan telur Paskah, telah menjadi bagian dari perayaan Paskah modern, dan elemen-elemen tersebut biasa dirayakan oleh umat Kristen maupun non-Kristen.

Paskah dalam kekristenan
Paskah merupakan perayaan tertua di dalam gereja Kristen, penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Paus Leo Agung (440-461) menekankan pentingnya Paskah dan menyebutnya festum festorum - perayaan dari semua perayaan, dan berkata bahwa Natal hanya dirayakan untuk mempersiapkan perayaan Paskah.
Menurut tradisi Sinoptik, Paskah menunjuk pada Perjamuan Kudus, yang didasari dari Perjamuan Malam, perjamuan perpisahan antara Yesus dan murid-murid Yesus. Pada malam itu sebelum Yesus dihukum mati, Yesus memberikan makna baru bagi Paskah Yahudi. Roti dilambangkan sebagai tubuh Yesus dan anggur dilambangkan sebagai darah Yesus, yaitu perlambangan diri Yesus sebagai korban Paskah. Rasul Yohanes dan Pauluslah yang mengaitkan kematian Yesus sebagai penggenapan Paskah Perjanjian Lama (Yesus wafat pada saat domba-domba Paskah Yahudi dikorbankan di kenisah atau Bait Allah). Kematian dan kebangkitan Yesus inilah yang kemudian diasosiasikan dengan istilah Paskah dalam kekristenan.
Karena Paskah dirayakan oleh gereja-gereja Kristen dengan suatu sakramen Ekaristi/Perjamuan Kudus, maka sakramen tersebut dapat pula disebut sebagai Perjamuan Paskah Kristen, atau Perjamuan Kudus Jumat Agung, yang berbeda dari Perjamuan Paskah Yahudi. Banyak gereja Kristen saat ini merayakan perjamuan tersebut lebih dari setahun sekali agar jemaat gereja selalu diingatkan akan peristiwa Paskah.
Di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kata Paskah disebutkan sebanyak 80 kali dalam 72 ayat sementara di dalam terjemahan BIS disebutkan sebanyak 86 kali dalam 77 ayat.

Paskah pada gereja mula-mula

Gereja mula-mula memperingati peristiwa kebangkitan Yesus dengan perjamuan sederhana dan berdoa. Kemudian dalam perjalanan misinya, Paulus terus mengingatkan jemaat gereja mula-mula akan pentingnya peristiwa kebangkitan Yesus dan perkataan Yesus pada waktu Perjamuan Malam Terakhir. Sumber yang paling awal yang menulis tentang Paskah adalah Melito dari Sardis yang menulis homili berjudul Peri Pascha (Tentang Paskah). Orang-orang Kristen pada zaman tersebut menapak tilas jalan salib (Via Dolorosa) yang dilalui oleh Tuhan Yesus. Kematiannya diperingati sebagai korban keselamatan dalam tradisi Yahudi (bahasa Ibrani: Zerah Syelamin).
Orang Kristen Yahudi terus merayakan Paskah Yahudi, namun mereka tidak lagi mengorbankan domba Paskah karena Kristus dianggap sebagai korban Paskah yang sejati. Perayaan ini diawali dengan berpuasa hingga Jumat jam 3 sore (ada yang melanjutkan hingga pagi Paskah). Perbedaan timbul di seputar tanggal Paskah. Orang Kristen Yahudi dan jemaat provinsi Asia merayakannya pada hari yang bersamaan dengan Paskah Yahudi, yaitu sehari setelah tanggal 14 Nisan (bulan pertama) menurut kalender mereka - kematian Yesus pada 15 Nisan dan kebangkitan Yesus pada 17 Nisan - tanpa mempedulikan harinya; namun orang Kristen non-Yahudi yang tinggal di Kekaisaran Romawi dan juga gereja di Roma dan Aleksandria merayakannya pada hari pertama, yaitu hari Minggu - hari kebangkitan Yesus, tanpa mempedulikan tanggalnya. Metode yang kedua inilah yang akhirnya lebih banyak digunakan di gereja, dan penganut metode yang pertama perlahan-lahan mulai tergusur. Uskup Viktor dari Roma pada akhir abad ke-2 menyatakan perayaan menurut tanggal 14 Nisan adalah bidat dan mengucilkan semua pengikutnya. Beberapa metode penghitungan yang lain di antaranya oleh beberapa uskup di Galia yang menghitung Paskah berdasarkan tanggal tertentu sesuai kalender Romawi, yaitu 25 Maret memperingati kematian Yesus dan 27 Maret memperingati kematian Yesus karena sejak abad ke-3 tanggal 25 Maret dianggap sebagai tanggal penyaliban. Namun metode yang terakhir ini tidak digunakan lama. Banyak kalender di Abad Pertengahan yang mencatat tanggal perayaan ini (25 dan 27 Maret) untuk alasan historis, bukan liturgis. Kaum Montanis di Asia Minor merayakan Paskah pada hari Minggu pertama setelah 6 April. Berbagai variasi perhitungan tanggal Paskah tersebut terus berlangsung hingga abad ke-4.
Perselisihan seputar penghitungan hari Minggu Paskah yang tepat tersebut akhirnya dibahas secara resmi pada Konsili Nicea I pada tahun 325 yang memutuskan bahwa hari Paskah adalah hari Minggu, namun tidak mematok hari Minggu tertentu. Kelompok yang merayakan Paskah dengan perhitungan Yahudi dinamakan "Quartodeciman" (bahasa Latin untuk 14) (Nisan) dan dikucilkan dari gereja. Uskup Aleksandria kemudian ditugaskan untuk mencari cara menghitung tanggal Paskah, karena kota itu dianggap sebagai otoritas tertinggi untuk hal-hal yang berhubungan dengan astronomi, dan sang uskup diharapkan dapat memutuskan hasilnya untuk diikuti keuskupan-keuskupan yang lain. Namun hasil yang diperoleh tidak memuaskan, terutama untuk gereja-gereja Latin. Banyak gereja masih memakai cara mereka sendiri-sendiri, termasuk gereja di Roma. Akhirnya baru pada abad ke-7 gereja-gereja berhasil mencapai kesepakatan mengenai perhitungan tanggal Minggu Paskah. (lebih lanjut lihat #Tanggal Paskah)

Paskah pada gereja modern

Di dalam gereja-gereja Kristen, terutama ritus Latin, perayaan dimulai pada hari Jumat Agung. Gereja-gereja biasanya menyelenggarakan kebaktian pada hari tersebut, umat Katolik Roma biasanya juga berpuasa pada hari ini. Kebaktiannya diliputi dengan perasaan duka karena memperingati sengsara penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib. Gereja-gereja Protestan biasanya melanjutkan kebaktian dengan sakramen Perjamuan Paskah untuk memperingati Perjamuan Malam Terakhir Yesus; lagu-lagu sendu seperti "Jangan Lupa Getsemani" juga dinyanyikan. Sang pastor atau pendeta kadang-kadang memberikan kotbah singkat. Gereja-gereja Katolik Roma biasanya tidak melakukan sakramen Perjamuan Kudus pada hari ini, sakramen pengakuan dosa dan pengurapan orang sakit. (lebih lengkapnya lihat Jumat Agung)

Pada hari Sabtunya gereja-gereja Katolik dan beberapa gereja Anglikan dan Lutheran juga menyelenggarakan kebaktian malam Paskah. Dalam kebaktian itu sebuah lilin Paskah dinyalakan untuk melambangkan Kristus yang bangkit; Exultet atau proklamasi Paskah dinyanyikan; ayat-ayat Alkitab dari Perjanjian Lama yang menceritakan keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan nubuatan tentang Mesias dibacakan. Bagian kebaktian ini mencapai puncaknya dengan menyanyikan Gloria dan Alleluia, dan Injil tentang kisah kebangkitan dibacakan. Sama seperti kebaktian Jumat Agung, sang pastor atau pendeta kadang-kadang juga menyampaikan kotbah sesudah pembacaan Alkitab. Bagi gereja Katolik Roma, malam ini biasanya juga digunakan untuk sakramen baptisan kudus, malam penerimaan anggota jemaat gereja yang baru. Untuk anggota jemaat yang lain, mereka juga menerima percikan air suci sebagai lambang perbaruan iman kepercayaan mereka. Kebaktian pada gereja-gereja Katolik Roma kemudian dilanjutkan dengan sakramen Konfirmasi. Kebaktian kemudian diakhiri dengan sakramen Ekaristi. Kebaktian malam Paskah ini memiliki bermacam-macam variasi. Beberapa gereja mengadakannya pada

Umat Protestan biasanya menggabungkan kebaktian malam Paskah dengan kebaktian Minggu pagi, yaitu mengikuti kisah di Injil yang menceritakan para wanita yang datang ke kubur Yesus pada pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu\. Ada gereja yang menyelenggarakannya pada sekitar subuh (kebaktian subuh), dan biasanya dilangsungkan di luar ruangan seperti halaman gereja atau taman di dekat gereja, namun banyak pula yang merayakannya setelah matahari terbit. Kebaktian Minggu untuk memperingati kebangkitan Yesus ini (baik bersama-sama atau berbeda dari kebaktian subuh tersebut) dirayakan dengan sikap penuh sukacita, termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan juga lagu yang bernuansa kemenangan. Gereja-gereja yang cukup besar ada yang menggunakan instrumen-instrumen tiup (trompet, dll) untuk melengkapi instrumen-instrumen yang biasa digunakan. Kebanyakan gereja juga mendekorasi ruang ibadah dengan hiasan-hiasan dan bunga-bungaan (contohnya Bakung Paskah)

Minggu, 01 April 2012

Sejarah April Mop



APRIL Mop dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari tersebut, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari.

Sejarah April Mop

Asal usul tentang April Mop sampai sekarang masih simpang siur. Beberapa negara di dunia punya versi April Mop sendiri-sendiri. Berikut diuraikan beberapa di antaranya:

April Mop di Perancis sudah dikenal sejak tahun 1582 pada masa pemerintahan Raja Charles IX. Masa itu, Paus Gregory XIII merubah penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang. Dengan demikian perayaan Tahun Baru, yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret yang berlangsung selama seminggu hingga puncaknya pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Namun sejumlah masyarakat tidak menyetujui perubahan ini dan mereka terus melanjutkan perayaan “Tahun Barunya” pada tanggal 1 April. Perilaku mereka ini ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon undangan palsu yang beralamat palsu pula.

Korban dari lelucon April Mop dikenal juga sebagai “Poisson d’Avril” atau ikan April di mana istilah ini diambil dari pergerakan Matahari yang meninggalkan zodiak Pisces (zodiak Pisces berlambang ikan dan berada di kisaran tanggal 20 Februari – 20 Maret). Bahkan, Kaisar Napoleon I sempat dijuluki “Poisson d’Avril” oleh rakyatnya saat ia menikahi Putri Marie Louise dari Austria pada 1 April 1810. Orang-orang Perancis terus bertingkah aneh saat memasuki tanggal 1 April dan menjadikannya sebuah tradisi tahunan. Barulah pada 1782, menurut versi Perancis, tradisi itu ditiru oleh orang Inggris yang kemudian mempopulerkannya ke seluruh dunia.

Spanyol merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes artinya hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawan atau dianggap sebagai lelucon.

Seorang profesor dari Boston University, Joseph Boskin, punya versi sendiri tentang April Mop. Menurutnya, ide April Mop digagas oleh para pelawak Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantin I di abad ketiga sampai keempat Sesudah Masehi. Konon pada suatu ketika, para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada Raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja hanya untuk sehari saja. Tak disangka, Raja menyetujui petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter untuk menjadi Raja Sehari pada tanggal 1 April. Setelah naik tahta, Raja Jeter kemudian menetapkan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan. Maka sejak itulah, menurut Profesor Boskin, orang mulai mengenal April Mop.

Tips dan Cara Merawat Komputer Agar Tahan Lama



Ini ada beberapa Tips dan Cara Merawat Komputer Agar Awet dan Tahan Lama, Diantaranya :

1. Defrag harddisk secara berkala.
Fungsi defrag adalah untuk menata dan mengurutkan file-file harddisk berdasarkan jenis file/data sedemikian rupa sehingga akan mempermudah proses read/write sehingga beban kerja komputer akan lebih ringan yang akhirnya dapat memperpanjang umur harddisk.
Caranya klik menu Start > Program > Accesories > System Tool > Disk Defragmenter.
Saat menjalankan fungsi ini tidak boleh ada program lain yang berjalan termasuk screensaver karena akan mengacaukan fungsi defrag ini.

2. Aktifkan Screensaver Selain Bersifat Estetis, Screensaver Mempunyai Fungsi Lain Yang Penting.
Monitor CRT juga televisi menggunakan fosfor untuk menampilkan gambar. Kalau monitor menampilkan gambar yang sama untuk beberapa saat maka ada fosfor yang menyala terus menerus. Hal ini dapat mengakibatkan monitor bermasalah yaitu gambar menjadi redup/kurang jelas.
Lain halnya jika monitor Anda adalah LCD, LED yang sudah dilengkapi dengan energy saving, maka screensaver tidak terlalu dibutuhkan lagi.
Cara mengaktifkan screensaver dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya klik Start > Control Panel > Display > klik tab screensaver, kemudian pilih sesuai selera Anda.

3. Ventilasi yang cukup Tempatkan monitor maupun CPU
Hal tersebut di lakukan sedemikian rupa sehingga ventilasi udara dari dan ke monitor / CPU cukup lancar.
Ventilasi yang kurang baik akan menyebabkan panas berlebihan sehingga komponen/rangkaian elektronik di dalamnya akan menjadi cepat panas sehingga dapat memperpendek umur komponen tersebut.
Oleh karena itu usahakan jarak antara monitor/CPU dengan dinding/tembok minimal 30 cm. Kalau perlu pasang kipas angin di dalam ruangan.

4. Pakailah UPS atau stavolt.
Pakailah UPS untuk mengantisipasi listrik mati secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kerusakan pada harddisk. Kalau terpaksa tidak ada UPS, pakailah Stavolt untuk mengantisipasi naik turunnya tegangan listrik.

5. Tutup / Close Program Yang Tidak Berguna.
Setiap program yang diload atau dijalankan membutuhkan memory (RAM) sehingga semakin banyak program yang dijalankan semakin banyak memory yang tersita.
Hal ini selain dapat menyebabkan komputer berjalan lambat (lelet) juga beban kerja menjadi lebih berat yang akhirnya dapat memperpendek umur komponen/komputer.

6. Install Program Antivirus dan Update Secara Berkala.
Untuk dapat mengenali virus/trojan-trojan baru sebaiknya update program antivirus secara berkala. Virus yang terlanjur menyebar di komputer dapat membuat Anda menginstall ulang komputer.
Hal ini selain membutuhkan biaya juga akan menyebabkan harddisk Anda akan lebih cepat rusak dibanding apabila tidak sering diinstall ulang.

7. Bersihkan Recycle Bin Secara Rutin.
Sebenarnya file/folder yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk karena akan ditampung dahulu di Recycle Bin, ini dengan maksud agar suatu saat apabila Anda masih membutuhkannya dapat mengembalikan lagi.
Recycle Bin yang sudah banyak juga akan menyita ruang harddisk yang dapat menyebabkan pembacaan harddisk jadi lelet.
Caranya jalankan Windows Explorer > klik Recycle Bin > klik File > klik Empty Recyle Bin Atau
Anda dapat menjalankan fungsi Disk Cleanup Caranya Klik Start > Program > Accessories > System Tool > Disk Cleanup > kemudian pilih drive yang mau dibersihkan > setelah itu centangilah opsi Recycle Bin kalau perlu centangi juga yang lain (seperti temporary file, temporary internet file), setelah klik OK.

8. Jangan Meletakkan Speaker Active Terlalu Dekat Dengan Monitor.
Karena medan magnet yang ada pada speacker tersebut akan mempengaruhi monitor yaitu warna monitor menjadi tidak rata atau belang-belang.

9. Uninstall atau Buang Program Yang Tidak Berguna.
Ruang harddisk yang terlalu banyak tersita akan memperlambat proses read/write harddisk sehingga beban kerjanya akan lebih berat sehingga harddisk akan cepat rusak.

10. Bersihkan Motherboard Dari Debu Secara Berkala.
Setidaknya 6 bulan sekali hal ini harus dilakukan. Buka casingnya terlebih dahulu kemudian bersihkan motherboard dan periferal lain (RAM, Video Card, Modem, Sound Card, CDR/CDRW/DVRW, TV Tuner) dengan sikat halus.
Pada saat komputer tidak digunakan tutuplah komputer (monitor, CPU, keyboard/mouse) dengan cover sehingga debu tidak mudah masuk ke dalam komputer.

11. Pasang Kabel Ground.
Apabila casing nyetrum, ambil kabel (yang lebar badannya agak besar) dengan panjang seperlunya, ujung satu dihubungkan dengan badan CPU (pada casing) sedangkan ujung yang lain ditanam dalam tanah atau tempelkan ke tembok. Hal ini akan dapat menetralkan arus listrik yang “nyasar” sehingga dapat membuat komponen elektronik lebih awet.

Rabu, 25 Januari 2012

TestDepartment

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package uas;

//import com.entity.Department;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

/**
 *
 * @author
 */
public class TestDepartment {
    public static void main(String[] args) {
        Department test = new Department();
        try {
            test.setDepartmentID(100);
        } catch (Exception ex) {
            System.out.println("salah");
            Logger.getLogger(TestDepartment.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
        try {
            test.setDepartmentID(0);
        } catch (Exception ex) {
            Logger.getLogger(TestDepartment.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
        try {
            test.setDepartmentName("personalia");
        } catch (Exception ex) {
            Logger.getLogger(TestDepartment.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
        try {
            test.setDepartmentName("Eduardus Hardika Sandy Atmaja Eduardus Hardika Sandy Atmaja");
        } catch (Exception ex) {
            Logger.getLogger(TestDepartment.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
    }
}

OraConnection

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package uas;

import java.sql.Connection;
import java.sql.SQLException;
import oracle.jdbc.pool.OracleDataSource;

/**
 *
 * @author
 */
public class OraConnection {

    public static Connection open(String url, String userId, String password) {
        Connection conn = null;
        try {
            OracleDataSource ds;
            ds = new OracleDataSource();
            ds.setURL(url);
            conn = ds.getConnection(userId, password);
            System.out.println("Koneksi is OK");
        } catch (SQLException e) {
            // perform error handling here
            System.out.println("error :" + e.getMessage());
        }

        return conn;
    }
}

Main

package uas;

/**
 *
 * @author
 */
public class Main {

    public static void main(String[] args) {
        Frame frame = new Frame();
        frame.setVisible(true);
    }
}

Frame

package uas;

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;

/**
 *
 * @author  */
public class Frame extends JFrame implements ActionListener {

    Container contentPane;
    private JMenu dept, help;

    public Frame() {
        setSize(600, 500);
        setLocation(0, 0);
        setTitle("UAS");
        setResizable(true);

        setCursor(Cursor.HAND_CURSOR);

        contentPane = getContentPane();
        contentPane.setLayout(new FlowLayout());
        contentPane.setBackground(Color.WHITE);

        createDepartment();
        createHelp();

        JMenuBar menuBar = new JMenuBar();
        this.setJMenuBar(menuBar);
        menuBar.add(dept);
        menuBar.add(help);

        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
    }

    public void actionPerformed(ActionEvent e) {
        String menuName;
        menuName = e.getActionCommand();

        if (menuName.equals("Exit")) {
            System.exit(0);
        }
        if (menuName.equals("Add")) {

            DepartmentView d = new DepartmentView(this, true);
            d.setVisible(true);
            this.setVisible(false);
        }

    }

    private void createDepartment() {
        JMenuItem item;

        dept = new JMenu("Department");

        item = new JMenuItem("Add");
        item.addActionListener(this);
        dept.add(item);

        item = new JMenuItem("Exit");
        item.addActionListener(this);
        dept.add(item);
    }

    private void createHelp() {
        help = new JMenu("Help");
    }
}


DepartmentView

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/*
 * DepartmentView.java
 *
 * Created on 20 Des 11, 6:47:57
 */
package uas;

import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

/**
 *
 * @author
 */
public class DepartmentView extends javax.swing.JDialog {

    /** Creates new form DepartmentView */
    public DepartmentView(java.awt.Frame parent, boolean modal) {
        super(parent, modal);
        initComponents();
    }

    /** This method is called from within the constructor to
     * initialize the form.
     * WARNING: Do NOT modify this code. The content of this method is
     * always regenerated by the Form Editor.
     */
    @SuppressWarnings("unchecked")
    // <editor-fold defaultstate="collapsed" desc="Generated Code">//GEN-BEGIN:initComponents
    private void initComponents() {

        jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
        jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
        txtDepartmentID = new javax.swing.JTextField();
        txtDepartmentName = new javax.swing.JTextField();
        btnSave = new javax.swing.JButton();
        jScrollPane1 = new javax.swing.JScrollPane();
        tblDepartment = new javax.swing.JTable();

        setDefaultCloseOperation(javax.swing.WindowConstants.DISPOSE_ON_CLOSE);

        jLabel1.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 1, 18));
        jLabel1.setText("Department ID");

        jLabel2.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 1, 18));
        jLabel2.setText("Department Name");

        txtDepartmentID.setColumns(5);
        txtDepartmentID.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 0, 18));

        txtDepartmentName.setColumns(30);
        txtDepartmentName.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 0, 18));

        btnSave.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 1, 24));
        btnSave.setText("Save");
        btnSave.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                btnSaveActionPerformed(evt);
            }
        });

        tblDepartment.setModel(new DepartmentTableModel());
        jScrollPane1.setViewportView(tblDepartment);

        javax.swing.GroupLayout layout = new javax.swing.GroupLayout(getContentPane());
        getContentPane().setLayout(layout);
        layout.setHorizontalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addComponent(jScrollPane1, javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 583, Short.MAX_VALUE)
                    .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                        .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                            .addComponent(jLabel1)
                            .addComponent(jLabel2))
                        .addGap(33, 33, 33)
                        .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                            .addComponent(btnSave)
                            .addComponent(txtDepartmentID, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 109, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                            .addComponent(txtDepartmentName, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 359, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))))
                .addContainerGap())
        );
        layout.setVerticalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(jLabel1)
                    .addComponent(txtDepartmentID, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED)
                .addGroup(layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addComponent(jLabel2)
                    .addComponent(txtDepartmentName, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addGap(18, 18, 18)
                .addComponent(btnSave)
                .addGap(18, 18, 18)
                .addComponent(jScrollPane1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 167, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                .addContainerGap(javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE))
        );

        pack();
    }// </editor-fold>//GEN-END:initComponents

    private void btnSaveActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {//GEN-FIRST:event_btnSaveActionPerformed
        // TODO add your handling code here:      
        Department d = new Department();
        d.add(Integer.parseInt(txtDepartmentID.getText()), txtDepartmentName.getText());
    }//GEN-LAST:event_btnSaveActionPerformed

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String args[]) {
        java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {

            public void run() {
                DepartmentView dialog = new DepartmentView(new javax.swing.JFrame(), true);
                dialog.addWindowListener(new java.awt.event.WindowAdapter() {

                    public void windowClosing(java.awt.event.WindowEvent e) {
                        System.exit(0);
                    }
                });
                dialog.setVisible(true);
            }
        });
    }
    // Variables declaration - do not modify//GEN-BEGIN:variables
    private javax.swing.JButton btnSave;
    private javax.swing.JLabel jLabel1;
    private javax.swing.JLabel jLabel2;
    private javax.swing.JScrollPane jScrollPane1;
    private javax.swing.JTable tblDepartment;
    private javax.swing.JTextField txtDepartmentID;
    private javax.swing.JTextField txtDepartmentName;
    // End of variables declaration//GEN-END:variables
}

DepartmentTableModel

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package uas;

//import com.entity.Department;
import java.util.ArrayList;
import javax.swing.table.AbstractTableModel;

/**
 *
 * @author  */
public class DepartmentTableModel extends AbstractTableModel {

    String columNames[] = {"DepartmentID", "DepartmentName"};
    ArrayList<Department> data;

    public DepartmentTableModel()
    {
         Department r=new Department();
        data = r.read();
    }
    public int getRowCount() {
        return data.size();
    }

    public int getColumnCount() {
        return columNames.length;
    }

    public Object getValueAt(int rowIndex, int columnIndex) {
        Department temp =  data.get(rowIndex);
        if (columnIndex == 0) {
            return temp.getDepartmentID();
        } else {
            return temp.getDepartmentName();
        }

    }

    @Override
    public String getColumnName(int col) {
        return columNames[col];
    }

    @Override
    public Class getColumnClass(int c) {
        return getValueAt(0, c).getClass();
    }
}

Department

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package uas;

import java.sql.Connection;
import java.sql.ResultSet;
import java.sql.SQLException;
import java.sql.Statement;
import java.util.ArrayList;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;

/**
 *
 * @author
 */
public class Department {

    private int departmentID;
    private String departmentName;
    private int managerID;
    private int locationID;

    /**
     * @return the departmentID
     */
    public int getDepartmentID() {
        return departmentID;
    }

    /**
     * DepartmentID punya panjang angka maksimal 4 digit atau dari 0001 sd 9999
     * @param departmentID the departmentID to set
     */
    public void setDepartmentID(int departmentID) throws Exception {
        if (departmentID >= 1 && departmentID <= 9999) {
            this.departmentID = departmentID;
        } else {
            throw new Exception("Departemen ID salah");
        }
    }

    /**
     * @return the departmentName
     */
    public String getDepartmentName() {
        return departmentName;
    }

    /**
     * DepartmentName punya panjang karakter sebesar 30.
     * DepartmentName hanya boleh mempunyai unsur alfabet, angka dan karakter lain tidak boleh.
     * @param departmentName the departmentName to set
     */
    public void setDepartmentName(String departmentName) throws Exception {
        if (departmentName.length() <= 30) {
            this.departmentName = departmentName;
        } else {
            throw new Exception("Nama terlalu panjang");
        }
    }

    /**
     * @return the managerID
     */
    public int getManagerID() {
        return managerID;
    }

    /**
     * @param managerID the managerID to set
     */
    public void setManagerID(int managerID) {
        this.managerID = managerID;
    }

    /**
     * @return the locationID
     */
    public int getLocationID() {
        return locationID;
    }

    /**
     * @param locationID the locationID to set
     */
    public void setLocationID(int locationID) {
        this.locationID = locationID;
    }

    /**
     * Fungsi ini untuk membaca tabel departemen
     * @return the list of department
     */
    public static ArrayList<Department> read() {
        ArrayList<Department> dept = new ArrayList<Department>();
        Connection conn = OraConnection.open("jdbc:oracle:thin:@172.23.9.185:1521:orcl", "mhs105314084", "mhs105314084");
        String sql = "select * from DEPARTMENTS";
        try {
            Statement statement = conn.createStatement();
            ResultSet result = statement.executeQuery(sql);
            while (result.next()) {
                Department temp = new Department();
                temp.setDepartmentID(result.getInt(1));
                temp.setDepartmentName(result.getString("department_name"));
                dept.add(temp);
            }
            conn.close();
        } catch (Exception ex) {
            System.out.println("error : " + ex.getMessage());
        }

        return dept;
    }

    public static boolean add(int id, String name) {
//        ArrayList<Department> depts = new ArrayList<Department>();
        Connection conn = OraConnection.open("jdbc:oracle:thin:@172.23.9.185:1521:orcl", "mhs105314084", "mhs105314084");
//        String sql = "select * from DEPARTMENTS";
        try {
            Statement statement = conn.createStatement();

            String queries = "INSERT INTO DEPARTMENTS VALUES ('" + id + "','" + name + "')";
            statement.executeUpdate(queries);
//            System.out.println("Data ");
            conn.close();
        } catch (SQLException ex) {
            Logger.getLogger(Department.class.getName()).log(Level.SEVERE, null, ex);
        }
        return true;
    }
}

Selasa, 24 Januari 2012

TestSoal3

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal3;

/**
 *
 * @author admin
 */
public class TesSoal3 {

    public static void main(String[] args) {
        Soal3 frame = new Soal3();
        frame.setVisible(true);
    }
}

TestSoal3

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal3;

/**
 *
 * @author admin
 */
public class TesSoal3 {

    public static void main(String[] args) {
        Soal3 frame = new Soal3();
        frame.setVisible(true);
    }
}

Soal3

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal3;

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;

/**
 *
 * @author Eduardus Hardika Sandy A. (1053140084)
 */
public class Soal3 extends JFrame implements ActionListener {

    private static final int lebar = 700;
    private static final int tinggi = 400;
    private static final int x = 0;
    private static final int y = 0;
    Container contentPane;
    private JMenu file;

    public Soal3() {
        setSize(lebar, tinggi);
        setTitle("Password");
        setLocation(x, y);
        setResizable(true);
        setBackground(Color.GRAY);

        contentPane = getContentPane();
        contentPane.setLayout(new FlowLayout());

        createfile();

        JMenuBar menuBar = new JMenuBar();
        this.setJMenuBar(menuBar);
        menuBar.add(file);

        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
    }

    public void actionPerformed(ActionEvent e) {
        String menuName;
        menuName = e.getActionCommand();

        if (menuName.equals("Exit")) {
            System.exit(0);
        }

        if (menuName.equals("Home Password")) {
            Panel j1 = new Panel();
            contentPane.add(j1);
            j1.revalidate();
            j1.setVisible(true);
        }
    }

    private void createfile() {
        JMenuItem item;

        file = new JMenu("File");

        item = new JMenuItem("Home Password");
        item.addActionListener(this);
        file.add(item);

        item = new JMenuItem("Exit");
        item.addActionListener(this);
        file.add(item);
    }
}

Panel

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal3;

import javax.swing.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;

/**
 *
 * @author admin
 */
public class Panel extends JPanel implements ActionListener {

    private JLabel name, paswd;
    private JTextField nm, pw;
    private JButton ok;

    public Panel() {

        setLayout(new GridLayout(2, 1));

        JPanel p1 = new JPanel();
        p1.setLayout(new GridLayout(2, 2));

        name = new JLabel();
        name.setText("Input your User Name :");

        paswd = new JLabel();
        paswd.setText("Input your Password :");

        nm = new JTextField();
        nm.setColumns(22);
        nm.addActionListener(this);

        pw = new JTextField();
        pw.setColumns(22);
        pw.addActionListener(this);

        p1.add(name);
        p1.add(nm);
        p1.add(paswd);
        p1.add(pw);

        JPanel p2 = new JPanel();
        p2.setLayout(new FlowLayout());
        ok = new JButton("OK");
        ok.addActionListener(this);
        p2.add(ok);

        this.add(p1);
        this.add(p2);
    }

    public void actionPerformed(ActionEvent e) {
        String button;
        button = e.getActionCommand();

        if (button.equals("OK")) {
            if ((nm.getText().equals("root")) && (pw.getText().equals("123456"))) {
                JOptionPane.showMessageDialog(this, "ok");
            } else {
                JOptionPane.showMessageDialog(this, "Salah");
            }
        }
    }
}

TestKaryawan

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal2;

import java.util.InputMismatchException;
import java.util.Scanner;

/**
 *
 * @author Eduardus Hardika Sandy A. (1053140084)
 */
public class TesKaryawan {

    public static void main(String[] args) {
        Scanner input = new Scanner(System.in);
        int tgl, bln, thn;
        String nm;

        try {
            Karyawan k = new Karyawan();

            System.out.print("Masukkan Nama : ");
            nm = input.next();
            k.setNama(nm);
            System.out.print("Masukkan Tanggal : ");
            tgl = input.nextInt();
            k.setTglLahir(tgl);
            System.out.print("Masukkan Bulan : ");
            bln = input.nextInt();
            k.setBlnLahir(bln);
            System.out.print("Masukkan Tahun : ");
            thn = input.nextInt();
            k.setThnLahir(thn);

        } catch (InputMismatchException  f) {
            System.out.println("Salah Format");
        }
        catch (Exception e) {
            System.out.println(e.getMessage());
        }
    }
}

Karyawan

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal2;

/**
 *
 * @author Eduardus Hardika Sandy A. (1053140084)
 */
public class Karyawan {

    private String nama;
    private int tglLahir;
    private int blnLahir;
    private int thnLahir;

    public Karyawan() {
    }

    /**
     * @param nama the nama to set
     */
    public void setNama(String nama) {
        this.nama = nama;
    }

    /**
     * @param tglLahir the tglLahir to set
     */
    public void setTglLahir(int tanggal) throws Exception {
        if (tanggal > 0 && tanggal <= 31) {
            this.tglLahir = tanggal;
        } else {
            throw new Exception("Salah Tanggal");
        }
    }

    /**
     * @param blnLahir the blnLahir to set
     */
    public void setBlnLahir(int bulan) throws Exception {
        if (bulan > 0 && bulan <= 12) {
            this.blnLahir = bulan;
        } else {
            throw new Exception("Salah Bulan");
        }
    }

    /**
     * @param thnLahir the thnLahir to set
     */
    public void setThnLahir(int tahun) throws Exception {
        if (tahun > 0 && tahun >= 1900) {
            this.thnLahir = tahun;
        } else {
            throw new Exception("Salah Tahun");
        }
    }
}

TestSoal1

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package Soal1;

/**
 *
 * @author Eduardus Hardika Sandy A. (1053140084)
 */
public class TesSoal1 {

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
        Soal1 frame = new Soal1();
        frame.setVisible(true);
    }

}

TestSoal1

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

package Soal1;

/**
 *
 * @author Eduardus Hardika Sandy A. (1053140084)
 */
public class TesSoal1 {

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String[] args) {
        // TODO code application logic here
        Soal1 frame = new Soal1();
        frame.setVisible(true);
    }

}

Soal1

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Soal1;

import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.*;

/**
 *
 *
 */
public class Soal1 extends JFrame implements ActionListener {

    private static final int lebar = 700;
    private static final int tinggi = 400;
    private static final int x = 0;
    private static final int y = 0;
    Container contentPane;
    private JMenu utama_1;
    private JMenu utama_2;
    private JLabel input;
    private JTextField isiinput;
    private JButton ok;

    public Soal1() {
        setSize(lebar, tinggi);
        setTitle("UTS Satu");
        setLocation(x, y);
        setResizable(true);
        setBackground(Color.GRAY);

        contentPane = getContentPane();
        contentPane.setLayout(new FlowLayout());

        createUtama_1();
        createUtama_2();

        JMenuBar menuBar = new JMenuBar();
        this.setJMenuBar(menuBar);
        menuBar.add(utama_1);
        menuBar.add(utama_2);

        input = new JLabel();
        input.setText("Input Password");
        contentPane.add(input);

        isiinput = new JTextField();
        isiinput.setColumns(15);
        contentPane.add(isiinput);

        ok = new JButton("OK");
        contentPane.add(ok);

        setDefaultCloseOperation(EXIT_ON_CLOSE);
    }

    public void actionPerformed(ActionEvent e) {
       
    }

    private void createUtama_1() {
        JMenuItem item;

        utama_1 = new JMenu("Utama 1");

        item = new JMenuItem("Utama 1A");
        item.addActionListener(this);
        utama_1.add(item);

        utama_1.addSeparator();

        item = new JMenuItem("Utama 1B");
        item.addActionListener(this);
        utama_1.add(item);

        utama_1.addSeparator();

        item = new JMenuItem("Utama 1C");
        item.addActionListener(this);
        utama_1.add(item);
    }

    private void createUtama_2() {
        JMenuItem item;

        utama_2 = new JMenu("Utama 2");

        item = new JMenuItem("Utama 2A");
        item.addActionListener(this);
        utama_2.add(item);
    }
}